Terdapat 2 jenis topologi frame relay yakni point-to-point dan point-to-multipoint. Sedangkan terdapat 3 jenis interface yang dapat digunakan untuk koneksi frame relay, yaitu interface fisik, sub-interface point-to-point, dan sub-interface multipoint. Setiap interface dapat digunakan untuk topologi yang berbeda, dan setiap interface pun memiliki kebutuhan pemetaan yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian berikut:
Sunday, March 23, 2014
Konsep Cara Kerja Frame Relay
![]() |
| Frame Relay |
Agar dapat mengerti cara kerja frame relay, perhatikan penjelasan berikut. Pada gambar disamping, router R1, R2, dan R3 saling terhubung melalui frame relay. 3 buah PVC terdapat pada gambar ditunjukkan dengan garis putus-putus berwarna oranye, biru, dan hijau. PVC #1 merupakan jalur antara R1 dan R2 dimana ujung di sisi R1 mempunyai nomor DLCI 102 dan ujung di di sisi R2 mempuyai nomor DLCI 201. Begitu juga PVC #2 dan #3 masing-masing memiliki nomor DLCI sendiri di setiap ujungnya.
Setiap router wajib mengetahui nomor DLCI yang dimilikinya. Pada gambar disamping DLCI 102 dan 103 adalah milik R1, DLCI 201 dan 203 adalah milik R2, dan DLCI 301 dan 302 adalah miik R3. Jika kita tidak tahu nomor DLCI kita, maka proses pemetaan jalur tidak akan dapat dilakukan. Nomor DLCI biasanya diberikan oleh telco service provider yang bertanggung jawab atas “bentuk” PVC didalam jaringan frame relay tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kita hanya perlu mengetahui nomor DLCI untuk PVC yang akan menghubungkan kita ke tujuan, selebihnya adalah tanggung jawab dari telco service provider. Simpel kan?
Setiap router wajib mengetahui nomor DLCI yang dimilikinya. Pada gambar disamping DLCI 102 dan 103 adalah milik R1, DLCI 201 dan 203 adalah milik R2, dan DLCI 301 dan 302 adalah miik R3. Jika kita tidak tahu nomor DLCI kita, maka proses pemetaan jalur tidak akan dapat dilakukan. Nomor DLCI biasanya diberikan oleh telco service provider yang bertanggung jawab atas “bentuk” PVC didalam jaringan frame relay tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kita hanya perlu mengetahui nomor DLCI untuk PVC yang akan menghubungkan kita ke tujuan, selebihnya adalah tanggung jawab dari telco service provider. Simpel kan?
Apa Itu Frame Relay?
Frame relay adalah suatu protokol enkapsulasi pada WAN dimana untuk membangun link antar site-nya memanfaatkan jaringan telco service provider. Frame relay adalah alternatif dari pembangunan leased line yang memakan lebih banyak tenaga dan biaya. Meskipun saat ini sudah kurang populer karena telah tergantikan oleh metro-E dan MPLS, namun teknologi frame relay masih banyak dibahas pada materi sertifikasi seperti Cisco CCNA.
Pada gambar diatas, bayangkan jika router HQ berada di Jakarta, Branch1 di Bandung, dan Branch2 di Surabaya. Jika menggunakan leased line, berarti kita harus membentangkan kabel sepanjang jarak Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya. Sangat menyulitkan sekali bukan? Sudah begitu, biayanya pun pasti akan sangat mahal. Nah, jika kita menggunakan frame relay, ibaratnya kita bisa “menumpang” jaringan telepon yang sudah existing. Lebih mudah dan biaya pun pastinya lebih murah jika dibandingkan dengan membangun leased line.
Tags:
WAN::Frame Relay
![]() |
| Leased Line vs Frame Relay |


